Nugal Bergotong Royong dan Bersyukur

Sarapanberita.com -  Nugal, mungkin anda tidak asing lagi dengan kata Nugal. Nugal adalah menanam padi yang dilakukan secara gotong royoong dengan cara membuat lubang kecil di tanah dengan alat tugal. Tugal ialah tongkat dari kayu yang ujungnya diruncingkan untuk membuat lubang di tanah sebagai tempat untuk menabur benih.

Filosofi dari Nugal adalah kekeluargaan dan kebersamaan.

Nugal Bergotong Royong dan Bersyukur
Nugal Bergotong Royong dan Bersyukur
Pada Masyarakat Dayak Kalimantan,Nugal adalah tradisi turun temurun yang tetap terjaga dan lestari yang biasanya dilakukan pada bulan agustus dan September  dan dilaksanakan secara bersama-sama bisa puluhan, ratusan bahkan ribuan orang serentak menggarap lahan daratan dari pemilik lahan 

Lahan ini bertipe daratan yang mengandalkan air hujan saja. 

Aturan nugal, laki-laki bertugas untuk membuat lubang di tanah dengan alat tugal, sedangkan perempuan bertugas untuk menabur benih ke dalam lubang-lubang tersebut

Selain Padi sebagai tanaman utamanya, tradisi nugal  ini juga menanam berbagai jenis tanaman sebagai tumpang sari diantaranya jagung, dan berbagai jenis sayuran seperti singkong, kacang-kacangan,terong,sawi, cabe, labu, bayam dan timun).

Tanaman Tumpang sari ada fungsinya loh, yaitu sebagai pelindung tanaman utama dari hama hama yang menyerang tanaman utama.

Sang Pemilik lahan harus menyediakan aneka menu konsumsi selama nugal baik kopi, teh , nasi untuk makan. Masyarakat yang ikut nugal hanya dibayar dengan minuman dan makanan yang disajikan ketika nugal.

Boleh dikatakan Nugal merupakan pekerjaan bergotong royong yang dilakukan tanpa mengharapkan upah. Sungguh luar biasa bukan.

Ditempat lain ada juga aturan bahwa, setiap keluarga harus ada wakil untuk nugal. Jika berhalangan orang tersebut telah berhutang dan cara melunasinya dengan cara membayarkan sejumlah uang. 

Kegiatan Nugal dilakukan secara bergiliran dari pemilik lahan yang satu ke pemilik lahan lainnya, Jadi saling bantu-membantu antara pemilik lahan.

Hasil Panen Kualitas Super

Untuk hasil padinya jangan ditanya.

Masyaraka perkotaan menyebut hasil beras dari nugal dinamakan beras kampung.

Beras ini memiliki kualitas dan kandungan gizi yang tinggi disamping itu juga bebas pestisida. Kerena selama menanam sampai panen tanpa menggunakan obat obatan kimia.

Beras kampong ini juga setelah dimasak akan tahan berhari hari atau tidak basi.

Beras kampung ini  Sangat cocok dikonsumsi oleh masyarakat perkotaan yang mengutamakan kesehatan.

Ritual Nugal

Masa iya tanpa disemprot dan perawatan bisa panen raya…Nah disini misterinya.

Sebelum nugal dimulai,masyarakat Dayak melaksanaka ritual khusus sebelum dan setelah panen.

Jadi Nugal itu dilakukan bukan sembarangan asal tanam saja, namun harus dengan ritual khusus terlebih dahulu.

Ritual nugal tersebut dilakukan setiap kali hendak menanam padi di ladang. Ritual nugal yang dilakukan oleh masyarakat Dayak bertujuan agar benih padi yang hendak ditanam dapat tumbuh dengan subur dan memberikan hasil yang melimpah. 

Ritual ini berkaitan erat dengan kepercayaan bahwa roh-roh leluhur turut membantu menyuburkan tanaman padi yang mereka tanam. Proses ritual dilakukan oleh tokoh adat baik sebelum menanam padi hingga masa panen selesai seperti contoh didaerah sekayam dengan membuat tujuh lubang di sekeliling benih padi dengan alat tugal, lalu penanaman pertama di lahan yang akan di tugal dengan menabur benih padi ke lubang tersebut sambil membacakan doa doa kepada  Jubata.

Kata Bijak Dari Nugal

  1. Nugal memberikan kita pelajaran tentang arti gotong royong, saling membantu sesame tanpa pamrih.
  2. Nugal memberi kita pelajaran bahwa sesame manusia saling membutuhkan satu sama lainnya, dan tidak bisa berdiri sendiri.
  3. Nugal memberi kita pelajaran untuk bersyukur dengan apa yang telah dicapai, karena rasa syukurlah yang membuat kita merasa cukup di Dunia ini.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url